Sambut Muharram 1448 H, Ranting NU dan Pemdes Pekuwon Gelar Santunan Anak Yatim Piatu

BOJONEGORO – wbbnews.id, Menyambut tahun baru Islam, Bulan Muharram 1448 H, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PR NU) Desa Pekuwon bersinergi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Pekuwon menggelar kegiatan santunan anak yatim dan piatu. Acara penuh berkah ini dilaksanakan di Balai Desa Pekuwon, Kecamatan Sumberrejo. pada Minggu (28/06/2026).

Kegiatan sosial ini dihadiri oleh seluruh jajaran Badan Otonom (Banom) NU Ranting Pekuwon, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta para penerima santunan.

Ketua PR NU Pekuwon, K. Nur Hadi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi yang kuat antara ulama (Ranting NU) dan umaro (Pemerintah Desa). Ia juga memberikan pesan menyentuh dan motivasi mendalam kepada anak-anak yatim/piatu yang hadir.

“Tetap semangat, kami tidak merendahkan namun kami justru ingin mengangkat derajat kalian semua. Semoga kalian tumbuh menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah,” ujar Nur Hadi memberi semangat.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Pekuwon, Rona Probily, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus NU, para donatur, masyarakat, serta para agniya’ (orang-orang kaya yang dermawan) yang telah menyisihkan sebagian hartanya.

“Ini adalah momentum kepedulian dengan sesama, dan kita semua bertanggung jawab atas masa depan mereka. Selama kegiatan itu positif, Pemdes Pekuwon akan selalu mendukung penuh, apalagi kegiatan yang nyata memberikan manfaat bagi warga masyarakat,” tegas Bang Billy.

Ketua LAZISNU MWC Sumberrejo, H. M. Iksan. Dalam taushiyah singkatnya, ia mengingatkan tentang pentingnya persatuan dan syafaat di hari akhir, menyitir maqolah “Al-jama’atu rahmah wal furqotu adzabun” (Bersama-sama/berjamaah itu adalah rahmat, sedangkan berpecah-belah itu adalah azab).

“Saat hari kiamat nanti, semua manusia membutuhkan pertolongan. Semua nabi tidak dapat memberikan syafaat atau pertolongan, kecuali Baginda Nabi Muhammad SAW. Salah satu jalan mendapatkan cinta beliau adalah dengan menyayangi apa yang beliau sayangi, termasuk anak yatim,” terang H. M. Iksan.

Ia juga memuji kepedulian NU di tingkat ranting kususnya di Pekuwon yang tidak hanya memberikan shodaqoh secara materi, tetapi juga perhatian yang berkelanjutan kepada yatim/ piatu.

“Kepedulian NU di tingkat ranting ini sangat luar biasa, memberikan perhatian setiap saat. Namun, yang paling terpenting dari itu semua adalah membina akhlak mereka. Kalau bisa, pembinaan ini terus dikawal melalui peran NU, Muslimat, maupun Fatayat,” tambahnya.

Mengakhiri arahannya, H. M. Iksan mengingatkan sebuah hadits tentang keutamaan memberi petunjuk kebaikan.

“Siapa orang yang menunjukkan atau menjembatani kebaikan kepada orang lain, maka ia akan mendapatkan pahala yang sangat banyak, mengalir seperti pahala orang yang melakukannya,” pungkasnya.

Acara santunan berjalan dengan khidmat, lancar, dan ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan warga Desa Pekuwon. (Ad)