Surabaya – wbbnews.id, Rapat Tahunan Komisariat (RTK) memiliki peran penting dalam struktur organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). RTK bukan sekadar forum mengganti pengurus. RTK adalah forum pertanggungjawaban intelektual, untuk menakar konsistensi gagasan dan integritas gerak.
Hal ini dilakukan oleh PMII Ar-rosyid Surabaya melakukan RTL dengan mengusung tema “Dari Ritual Kaderisasi ke Gerakan Epistemik; Menakar Ulang Arah Perjuangan PMII di Tengah Krisis Nalar dan Moral Kolektif.” Pada Minggu (02/11/2025) di Kantor MWC NU Kecamatan Pakal Kota Surabaya.
Ketua Komisariat PMII Ar-roayid Yoga Adji Pradana dalam sambutannya menyatakan demisioner, dan menyerahkan mandat kepemimpinan ini kepada Sahabat Arifin sebagai Mandataris Ketua Komisariat PK PMII Ar-Rosyid Cabang Surabaya untuk periode selanjutnya.
“Kita merumuskan ulang kompas perjuangan bahwa kaderisasi bukan boleh berhenti sebagai ritual rutin, tetapi wajib ditransformasikan menjadi gerakan epistemik, gerakan yang mampu menyodorkan kritik tajam atas realitas, sekaligus memproduksi arah perubahan,” terangnya
Dalam RTL ini, kepemimpinan baru diharapkan tidak hanya meneruskan tradisi yang ada, tetapi juga menginspirasi langkah-langkah inovatif. Sahabat Arifin diharapkan dapat membawa visi baru yang mampu merangkul anggota dengan lebih baik, serta meningkatkan kesadaran dan intelektualitas dalam komunitas.
“Semoga RTK ini menjadi pijakan transisi dari organisasi yang sibuk dengan formalitas, menjadi komunitas intelektual yang sadar arah, yang menggerakkan akal sehat, yang menjaga kewarasan publik, dan yang memperjuangkan kemanusiaan dengan basis ilmu pengetahuan,” harapnya.
Pada akhirnya, Dengan menciptakan koneksi yang lebih kuat antara anggota, transisi ini juga dapat membuka ruang dialog yang produktif. Proses ini memberikan kesempatan bagi anggota untuk berkontribusi pemikiran dan ide-ide baru yang dapat memperkaya dinamika organisasi.
“Kita percaya bahwa masa depan PMII ditentukan oleh seberapa sungguh-sungguh kita memproduksi pengetahuan, memperjuangkan nilai, serta memelihara integritas berfikir,” tutupnya. (Ad/san/red)



