Bojonegoro – wbbnews.id, Suasana penuh semangat terpancar di lingkungan Yayasan Al-Hasyim Purwoasri pada Selasa (21/04/2026). Seluruh siswa-siswi mulai dari jenjang PAUD, RA, MI, hingga MTs Darul Ulum berkumpul untuk memperingati Hari Kartini dengan rangkaian kegiatan yang meriah dan edukatif.
Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan pelaksanaan Upacara Hari Kartini yang berlangsung khidmat. Para siswa tampak anggun dan gagah mengenakan pakaian adat Nusantara, mencerminkan keragaman budaya Indonesia yang diperjuangkan semangatnya oleh R.A. Kartini.
Dalam kesempatan tersebut, para kepala sekolah dari berbagai jenjang memberikan pesan mendalam mengenai makna emansipasi dan pendidikan:
Kepala PAUD, Ibu Mazidaturrosidah Menyampaikan bahwa Hari Kartini merupakan momentum penting untuk mengenalkan sosok pahlawan nasional kepada anak usia dini agar mereka memiliki cita-cita setinggi langit tanpa ragu.
”Hari Kartini adalah momen untuk menanamkan benih mimpi di hati anak-anak sejak dini. Kami ingin mereka tahu bahwa tidak ada batasan bagi siapa pun untuk bercita-cita setinggi langit.” katanya.
Senada dengan yang disampaikan Kepala RA, Ibu Tutik Harminingsih, beliau menyampaikan bahwa peringatan ini adalah sarana menanamkan rasa percaya diri pada anak-anak sejak kecil, mengajarkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkarya.
”Melalui semangat Kartini, kita ajarkan anak-anak rasa percaya diri. Karena keberanian untuk melangkah dan belajar adalah fondasi utama bagi generasi yang mandiri di masa depan.” terangnya
Adapun Kepala MI Darul Ulum, Ust. A. Fahrurrozi Menekankan bahwa Hari Kartini sebagai tonggak kebangkitan literasi dan akhlak bagi generasi muda, di mana kecerdasan harus dibarengi dengan adab yang baik.
”Hari Kartini adalah tonggak perjuangan literasi. Kami memaknai hari ini sebagai pengingat bahwa pendidikan adalah cahaya yang akan membebaskan bangsa ini dari kegelapan kebodohan.” ungkapnya
Sedangkan Kepala MTs Darul Ulum, Ust. Riyanto Berpesan bahwa semangat Kartini di era modern ini harus diwujudkan melalui prestasi akademik dan non-akademik, serta penguasaan teknologi tanpa melupakan akar budaya bangsa.
”Semangat Kartini masa kini adalah semangat untuk berprestasi dan beradaptasi. Santri yang cerdas secara intelektual dan kuat secara karakter adalah perwujudan nyata dari perjuangan beliau.” Jelasnya.
Setelah upacara selesai, acara dilanjutkan dengan Kirab Budaya dengan diawali start Halaman Madrasah, berlanjut menuju dukuh Nggandu, lintas Dukuh Sambong Kedungrejo, Kecamatan Kedungadem, lalu ke Dusun Payak dan sampai finish kembali di halaman Madrasah Dukuh banaran Desa Purwoasri.
Tampak dalam perjalanan ratusan siswa berjalan beriringan menyapa masyarakat sekitar, menciptakan pemandangan warna-warni busana daerah yang memukau. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar-siswa sekaligus syiar pendidikan kepada masyarakat.
Sebagai puncak acara, seluruh peserta berkumpul kembali untuk mengikuti pengundian kupon berhadiah (doorprize). Keceriaan pecah saat satu per satu nomor undian disebut, menutup rangkaian peringatan Hari Kartini tahun ini dengan penuh tawa dan kebahagiaan.
Peringatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, namun menjadi pengingat bagi seluruh siswa-siswi Yayasan Al-Hasyim untuk terus meneladani kegigihan R.A. Kartini dalam menuntut ilmu. (Bli)







