Bojonegoro – wbbnews.id, Pemerintah Desa (Pemdes) Wotan bersama seluruh elemen masyarakat sukses menyelenggarakan kegiatan sosial keagamaan berupa santunan kepada puluhan anak yatim yang bertempat di desa setempat, pada Jum’at pagi (26/06/2026).
Acara diawali dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban oleh ketua panitia penyelenggara secara transparan sebagaimana yang telah tertera di dalam buku laporan tertulis.
Mengingat sebagian besar perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) beserta Kepala Desa tengah menghadiri agenda dinas di Surabaya, sambutan wakil pemerintah desa disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Wotan, Bapak Ikhwan.
Dalam arahannya, Ikhwan menekankan betapa pentingnya peran organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dalam membentengi generasi muda. Ia mengajak para remaja dan pemuda di Desa Wotan untuk segera mengambil kesempatan aktif dalam kegiatan kaderisasi sejak usia Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) hingga Gerakan Pemuda (GP) Ansor.
“Kegiatan-kegiatan NU itu sangat penting sekali. Remaja dan pemuda di desa kita, mulai dari usia IPNU, harus disempatkan mengikuti pelatihan-pelatihan kader agar memiliki kapabilitas dan pemahaman yang matang tentang Nahdlatul Ulama. Kita semua harus mengikuti proses menjadi kader NU,” ujar Ikhwan.
Lebih lanjut, Ikhwan menjelaskan bahwa kegiatan keagamaan dan sosial yang dikemas secara terstruktur melalui organisasi kemasyarakatan (ormas) jauh lebih efektif demi pemerataan kemaslahatan di masyarakat. Menurutnya, jika bantuan atau kepedulian sosial dikelola secara pribadi, dikhawatirkan memicu ketimpangan atau tebang pilih. Namun, lewat lembaga yang amanah, seluruh lapisan masyarakat dapat terakomodasi dengan baik.

Sementara itu, Ketua MWC NU Sumberrejo, K.H. Wahibulloh, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas konsistensi warga dalam mengawal ibadah sosial sejak tahun 2003 dan berlanjut di tahun 2018 hingga saat ini. Ia mengapresiasi sinergi antara Pemdes, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga Desa Wotan yang kompak memprakarsai syariat Islam ini.
“Terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat dan pemerintah desa yang telah menjalankan teladan Baginda Nabi Muhammad SAW, yaitu menyayangi dan mengayomi anak-anak yatim. Dengan begitu, kita tidak tergolong sebagai orang-orang yang mendustakan agama,” tuturnya
Beliau juga menambahkan bahwa esensi dari seluruh perintah Allah SWT adalah mengajarkan hambanya untuk memiliki rasa syafaqoh (perhatian) dan kasih sayang terhadap sesama manusia.
“Sudah sepatutnya kita membangun tatanan masyarakat yang seimbang. Yang kaya berbagi dengan yang berkekurangan, sehingga kehidupan sosial menjadi teratur. Ingatlah bahwa doa dari anak-anak yatim ini sangat ijabah, dan mereka adalah tanggungan kita bersama,” pungkasnya.
Berdasarkan laporan akhir panitia, aksi sosial yang menyasar 21 anak yatim di Desa Wotan ini berhasil mengumpulkan total dana santunan sebesar Rp29.975.000,- (Dua Puluh Sembilan Juta Sembilan Ratus Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah). Melalui perolehan tersebut, masing-masing anak yatim menerima santunan tunai sebesar Rp1.425.000,-.
Momentum santunan yang bertepatan dengan 10 Muharram 1448 H ini diiringi doa mendalam agar Allah SWT melimpahkan keberkahan bagi seluruh masyarakat Desa Wotan tanpa terkecuali—mulai dari para petani, pedagang, pegawai negeri (ASN), hingga kaum buruh dan pekerja lainnya.
Melalui berkah memuliakan anak yatim di hari Asyura ini, segenap panitia berharap seluruh warga desa senantiasa diberikan kebahagiaan, kesejahteraan, kedamaian, dan keamanan, sejalan dengan visi dan slogan utama desa: “Wotan Beriman”. (San/Red)




