JAKARTA – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi memulai Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Tahap I Gelombang II bagi calon Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) se-Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, pada Senin (22/12/2025) ini menekankan pentingnya profesionalisme dan pengenalan jati diri bagi setiap calon pemimpin partai.
Ketua DPP PKB Bidang Pengelolaan Organisasi Legislatif dan Eksekutif, Abdul Halim Iskandar (Gus Halim), membuka langsung acara tersebut. Uniknya, Gus Halim juga tercatat sebagai peserta UKK untuk posisi Calon Ketua DPW PKB Jawa Timur.
Langkah ini diambil sebagai simbol bahwa tidak ada pengecualian dalam aturan partai. “Setelah saya ganti baju seperti sahabat-sahabat semua (sebagai peserta), kedudukan kita sama,” tegas Gus Halim di hadapan 60 peserta lainnya.
Dalam arahannya, Gus Halim menjelaskan bahwa UKK kali ini berpijak pada dua pilar utama:
- Pengujian Kapasitas Kepemimpinan: Melalui asesmen oleh lembaga profesional, setiap calon diuji kemampuannya. Hasil dari tahap ini akan menjadi dasar untuk lanjut ke Tahap II yang berfokus pada pendalaman komitmen.
- Pengembangan Kapasitas (Capacity Development): Peserta diberikan ruang diskusi untuk membedah hasil asesmen mereka. Jika ada hasil yang menunjukkan karakter tertentu, seperti sifat otoriter, calon pemimpin didorong untuk mengevaluasi diri.
Gus Halim menekankan bahwa kunci keberhasilan organisasi adalah pemimpin yang memiliki pemahaman mendalam terhadap dirinya sendiri (who am I). Menurutnya, kegagalan sering terjadi karena pemimpin tidak mampu mengukur kapasitas dan karakter pribadinya.
”Banyak persoalan menjadi keliru karena kita tidak paham siapa diri kita. Masalah rumit disepelekan, masalah sepele dianggap rumit,” ujar Gus Halim.
Proses seleksi ketat ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari peta jalan (roadmap) besar PKB. Mekanisme serupa rencananya akan diadopsi secara luas dalam pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Serentak PKB yang dijadwalkan pada tahun 2026 mendatang.
UKK Tahap I Gelombang II ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 22-23 Desember 2025, dengan melibatkan penguji dari kalangan profesional untuk menjaga objektivitas hasil. (red)




