โBOJONEGORO โ wbbnews.id, Di tengah ambisi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro (Pemkab) yang gencar membangun infrastruktur hingga ke pelosok, sebuah anomali memprihatinkan terjadi di Desa Suwaloh, Kecamatan Balen. Upaya besar Pemkab menghadirkan jalan mulus dan layak seolah dinodai oleh dugaan konflik kepentingan yang menyeret nama Kepala Desa (Kades) setempat.
โInfrastruktur vital desa, yang dibangun dengan dana publik, kini menghadapi kehancuran masif akibat lalu lintas harian truk-truk raksasa pengangkut material pasir. Truk-truk dengan kapasitas besar ini diduga kuat merupakan bagian dari aktivitas usaha pribadi sang Kades Suwaloh.
โJalan dan Jembatan di Ambang Keruntuhan
โKerusakan ini tidak lagi sebatas isu tetangga, melainkan masalah internal yang menghantam Suwaloh secara langsung.
Warga setempat, Anto (45), angkat bicara mengungkapkan keresahan yang sudah mencapai titik didih.
โโTruk raksasa dan mobil molen itu setiap hari lewat. Jembatan desa sampai kayak tidak kuat menahan beban. TPT-nya (Tembok Penahan Tanah) juga ikut retak. Ini bukan cuma Desa Kemamang saja, Desa Suwaloh sendiri kena dampak paling parah,โ keluh Anto dengan nada geram, saat ditemui Sabtu, (29/11/2025).
โMenurut pantauan warga, kondisi di lapangan sangat mengkhawatirkan. Selain TPT yang retak dan bergeser, permukaan jalan desa kini mulai berubah menjadi medan bergelombang dan dipenuhi lubang.
Padahal, jalan ini adalah urat nadi utama mobilitas warga dan perekonomian desa.
โBertentangan dengan Program Besar Pemkab
โAktivitas kendaraan berat yang diduga terkait dengan usaha material sang Kades ini dinilai masyarakat sebagai pengkhianatan terhadap program pembangunan Pemkab Bojonegoro. Dana publik yang seharusnya dinikmati jangka panjang kini terancam sia-sia karena kepentingan sesaat.
โ”Kami melihat Kades ini lebih mengutamakan aktivitas bisnisnya daripada menjaga fasilitas umum yang menjadi hak kami bersama. Ini sangat bertentangan dengan semangat Pemkab yang sedang berjuang keras membenahi infrastruktur desa,” tegas seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya karena khawatir akan dampak sosial.
โMasyarakat Suwaloh kini menuntut adanya langkah tegas dan intervensi cepat dari pihak berwenang, baik dari Kecamatan Balen maupun Pemkab Bojonegoro, untuk menghentikan operasional truk-truk yang merusak fasilitas umum ini.
โTuntutan warga sederhana: Fasilitas publik harus diprioritaskan di atas kepentingan bisnis individu. Jika tidak ada tindakan segera, kerusakan infrastruktur akan semakin parah, dan kredibilitas pembangunan di Bojonegoro terancam tercoreng. (Tim Redaksi)

