DAERAH  

๐—ž๐—ฒ๐˜๐˜‚๐—ฎ ๐—จ๐—บ๐˜‚๐—บ ๐—ฃ๐—ฆ๐—›๐—ง : ๐—ฆ๐˜‚๐—ธ๐˜€๐—ฒ๐˜€๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐— ๐—จ๐—ก๐—”๐—ฆ ๐—œ๐—ฃ๐—ฆ๐—œ ๐—ซ๐—ฉ๐—œ, ๐—ฆ๐—ฎ๐˜๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฒ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐——๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—ฆ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐˜ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ฎ๐˜๐˜‚๐—ฎ๐—ป

Jakarta – wbbnews.id, Perhelatan Munas IPSI yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 -12 April 2026 mendatang di Jakarta merupakan momentum untuk membangkitkan kembali semangat kependekaran ditengah gejolak dunia akibat perang yang sedang berlangsung dikawasan Asia barat.

Dalam suatu kesempatan, Ketua Umum PB IPSI Jenderal (purn) Prabowo Subianto menegaskan bahwa “Pencak silat Indonesia sebagai budaya bangsa untuk menyatukan keberagaman dalam semangat persatuan.”

Di bawah kepemimpinan Jendral (purn) Prabowo Subianto, sekaligus sebagai Presiden PERSILAT (Organisasi Penccak Silat Dunia), pencak silat telah berkembang pesat hingga ke berbagai negara.

Selain itu, pencak silat Indonesia telah diakui dunia sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada tanggal 12 Desember 2019. Penetapan yang membanggakan tersebut dilakukan dalam sidang Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Bogotรก, Kolombia.

Oleh karena itu pencak silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan warisan budaya bangsa Indonesia yang sarat dengan nilai-nilai luhur, seperti persaudaraan, disiplin, dan semangat persatuan.

Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya, pencak silat hadir sebagai media pemersatu yang mampu menyatukan perbedaan dalam satu identitas kebangsaan yang kuat.

Melalui momentum MUNAS IPSI XVI yang berlangsung ditengah gejolak perang di bagian belahan dunia tersebut, diharapkan semangat persatuan ini semakin diperkuat, sehingga pencak silat tidak hanya menjadi kebanggaan budaya, tetapi juga menjadi pilar penting dalam membangun karakter pendekar pejuang bangsa yang harmonis, kuat, dan berdaya saing.

Diharapkan seluruh keluarga besar pegiat pencak silat Indonesia bangkit kembali bersama sama membangun peradaban peninggalan leluhur, yaitu bela diri pencak silat sebagai budaya identitas bangsa, dan pemancar cahaya cita.

Dalam kesempatan ini Ketua Umum PSHT, Dr. Ir. Muhammad Taufiq SH. M.Sc yang aktif sebagai Wakil Ketua Umum PB IPSI sejak 2003 – 2021, dan sebagai Pembina PB IPSI sejak 2021- sekarang, mengajak seluruh keluarga besar pencak silat Indonesia, untuk menyukseskan MUNAS IPSI XVI, sekaligus menegaskan komitmen kita mendukung Pemerintah Republik Indonesia, dengan semangat kekeluargaan, persaudaraan dan kebersamaan dalam mengembangkan semangat pendekar pejuang bangsa untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, sebagaimana amanah konstitusi negara Indonesia.

Melalui semangat dalam munas nanti, mari kita kuatkan persaudaraan yang dijunjung tinggi bersama oleh seluruh keluarga besaar pencak silat Indoneisia dari berbagai perguruan pencak silat untuk terus berkontribusi dalam mencetak atlet atlet berprestasi sekaligus membangun karakter generasi bangsa.

“Sinergi keluarga besar Pencak Silat Indonesia dari berbagai perguruan dalam naungan IPSI menjadi kekuatan utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan.” Terang Ketua Umum PSHT, Sekaligus Pembina PB IPSI, Dr. Ir. Muhammad Taufiq SH. M.Sc

Dengan menjunjung tinggi nilai kebersamaan, seluruh insan pencak silat diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mempererat persaudaraan, menjaga keutuhan bangsa, serta mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Pembina Prestasi PB IPSI, sekaligus Pengurus Pusat PSHT, Sunarno berpesan, agar dalam proses pembinaan atlet sejauh ini, hingga ke depannya nanti agar tidak ada kendala berarti, sehingga para pesilat prestasi tidak lagi menemui diskriminasi untuk dapat berprestasi.

“Saya harap di setiap daerah untuk saling dukung dalam berprestasi, harapannya pembinaan dan kepedulian untuk membangkitkan kembali PSHT di event tingkat paling bawah hingga international sebagai wujud nyata dalam mendukung program Pencak Silat Road To Olympic, ” Harap Sunarno. (Red)