JAKARTA, wbbnews.id – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pengentasan kemiskinan melalui program pemberdayaan yang terukur. Salah satu indikator utama keberhasilannya adalah transformasi status masyarakat dari penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzakki).
Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Gus Muhaimin saat meresmikan peluncuran Kolaborasi Indonesia Berdaya Ramadhan yang digelar secara virtual dari Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (12/02/2026).
“Kita harus mendorong transformasi para mustahik menjadi muzakki sebagai salah satu indikator keberhasilan pemberdayaan masyarakat. Kita ingin melihat mereka yang masih rentan dalam kemiskinan tumbuh menjadi masyarakat yang berdaya,” ujar Gus Muhaimin dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Ketua Umum PKB ini menekankan bahwa kemiskinan tidak boleh dibiarkan menjadi realitas yang bersifat struktural, kultural, apalagi menjadi warisan antar-generasi. Menurutnya, pemerintah bertekad menjadikan pemberdayaan sebagai jalur utama untuk memutus mata rantai tersebut secara permanen.
Ia pun mematok target ambisius bagi angka kemiskinan nasional. Gus Muhaimin optimis angka tersebut dapat ditekan hingga di bawah 5 persen pada akhir periode pemerintahan nanti.
“Kita bertekad kemiskinan turun hingga maksimal 5 persen pada tahun 2029. Pencapaian itu hanya akan terwujud apabila ada kerja kolaboratif dan kolektif yang melibatkan semua pihak secara terus-menerus,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menko PM juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pegiat filantropi dan lembaga sosial di Indonesia. Ia menilai peran lembaga-lembaga tersebut sangat krusial sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyentuh lapisan masyarakat yang paling membutuhkan.
“Saya sangat salut kepada teman-teman filantropis yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam program pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya. (San/red)

