BKKD Kabupaten Bojonegoro: Desa Tikusan Prioritaskan Pembangunan Jembatan Strategis Penghubung Sekolah Terpadu

โ€‹BOJONEGORO โ€“ wbbnews.id, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan komitmennya terhadap percepatan pembangunan di tingkat desa melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD). Salah satu penerima manfaat program ini adalah Desa Tikusan, Kecamatan Kapas, yang memilih memprioritaskan alokasi dana BKKD untuk pembangunan jembatan vital.

โ€‹Jembatan yang terletak di Desa Tikusan ini memiliki peran strategis karena menghubungkan akses masuk langsung menuju sekolah terpadu di wilayah tersebut. Pembangunan ini menjadi solusi bagi para siswa-siswi sekolah terpadu, memberikan mereka jalur yang lebih aman dan menghindari kebutuhan untuk melakukan penyeberangan jalan raya yang berisiko.

 

โ€‹Pembangunan jembatan ini akan meningkatkan kapasitas infrastruktur secara signifikan. Jembatan yang semula memiliki lebar 3 meter dan panjang 5 meter akan diperluas menjadi lebar 5 meter dan panjang 10 meter. Peningkatan dimensi ini disambut baik oleh warga setempat, sebab nantinya kendaraan roda empat (R4) dapat melintas secara bersimpangan, berbeda dengan kondisi awal yang mengharuskan kendaraan R4 untuk bergantian.

โ€‹Kepala Desa Tikusan, Edi Sunarto, membenarkan bahwa desanya menerima program BKKD ini. “Ya, kami mendapat program BKKD untuk pembangunan jembatan,” ujar Edi. Ia menambahkan bahwa pelaksanaan pembangunan ini diawasi langsung oleh tim pelaksana yang diketuai oleh Gunawan.

โ€‹Meskipun telah menerima alokasi, Kades Edi Sunarto menjelaskan bahwa tantangan cuaca dan kondisi debit air sungai yang deras menghambat pengerjaan fisik fondasi jembatan saat ini.

โ€‹Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Desa Tikusan melalui Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak) telah mengambil langkah strategis dengan mengajukan usulan kebijakan kepada Bupati, dengan tembusan kepada Kepala Dinas PU Bina Marga Bojonegoro. Usulan ini terkait kebijakan anggaran BKKD tahap pertama (50%) agar seluruhnya digunakan untuk pembelian material (material on side) dan pengiriman material ke lokasi.

โ€‹”Strategi ini bertujuan agar setelah penyerapan anggaran mencapai minimal 90%, kami bisa segera mengajukan pencairan BKKD tahap kedua,” tegas Edi Sunarto.

 

โ€‹Dengan skema ini, Edi memperkirakan bahwa dana BKKD tahap kedua akan masuk ke rekening kas desa paling lambat tanggal 15 Desember 2025. Setelah dana cair, Pemerintah Desa akan membuat Dokumen Pelaksanaan Anggaran Lanjutan (DPAL).

โ€‹”Artinya, pengerjaan fisik bisa dikerjakan pada awal tahun atau semester pertama tahun 2026. Ini penting agar pekerjaan BKKD lancar dan tidak terjadi SILPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran),” jelasnya.

โ€‹Sesuai instruksi pimpinan, Edi Sunarto memastikan bahwa pengerjaan fisik jembatan akan melibatkan langsung warga sekitar. Hal ini ditegaskan kembali oleh Gunawan selaku Tim Pelaksana saat berhadapan dengan awak media.

โ€‹”Sesuai dengan aturan, pengerjaan ini dilaksanakan oleh warga. Tentunya warga sekitar merasa bersyukur atas kebijakan pemerintah yang peduli terhadap warga. Secara ekonomi sangat membantu warga sekitar karena dapat ikut bekerja dalam proyek pembangunan ini,” tutur Gunawan.

 

โ€‹Mengakhiri keterangannya, Kepala Desa Tikusan, Edi Sunarto, menyampaikan rasa terima kasihnya. “Kami dari Pemerintah Desa Tikusan mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan keuangan khusus desa kepada kami. Hal ini akan kami laksanakan sesuai dengan aturan yang ada,” tutupnya. Senin, (01/12/2015).

โ€‹Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu contoh keberhasilan implementasi BKKD dalam mewujudkan infrastruktur desa yang lebih baik, aman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bojonegoro. (Red)