H. Abidin Fikri, S.H., M.H., Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sosialisasi Kurikulum Cinta 

Bojonegoro – wbbnews.id, Dalam rangaka sosialisasi pengenalan kurikulum cinta yang lebih responsif terhadap kebutuhan peserta didik, serta memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya peran mereka dalam pendidikan anak. Dalam hal ini

H. Abidin Fikri, S.H., M.H., selaku Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI sebagai bekerjasama dengan UNISA Surabaya.

Acara selain di hadiri oleh H. Abidin Fikri juga di hadiri juga dihadiri anggota DPRD Bojonegoro Fraksi PDIP, dan seluruh hadirin undangan dari perwakilan guru Madrasah di Kabupaten Bojonegoro.

Adapun Program peningkatan mutu pendidikan Islam yang dilaksanakan oleh Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah, Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama RI memiliki tujuan penting. Program ini bertujuan untuk meningkatkan standar pendidikan di madrasah, sehingga kualitas pendidikannya dapat sejalan dengan kebutuhan zaman dan perkembangan sosial yang ada.

Agenda utama dari sosialisasi ini mencakup presentasi berbagai materi yang memiliki fokus pada implementasi Kurikulum Cinta di setiap lembaga pendidikan. Oleh H. Abidin Fikri, S.H., M.H., selaku wakil ketua Komisi VIII DPR RI. Beliau membagikan pandangan dan pengetahuannya mengenai dukungan legislatif dan strategi dalam memfasilitasi kegiatan pendidikan berbasis nilai. Presentasi beliau, merupakan bagian penting dari acara ini, memberikan perspektif yang relevan bagi orang tua dan pengelola madrasah.

“Dalam upaya membentuk generasi yang berakhlak, peran orang tua sangatlah krusial. Sebagai pendidik pertama bagi anak-anak, orang tua bertanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Konsep kurikulum cinta, yang mengedepankan pendidikan berbasis kasih sayang, menjadi landasan yang harus diaplikasikan dalam setiap interaksi antara orang tua dan anak. Pendidikan karakter tidak hanya bertumpu pada pengajaran akademis, melainkan juga pada pengembangan aspek emosional dan sosial yang positif,” jelasnya.

Abidin Fikri menambahkan, orang tua perlu aktif berkomunikasi dengan pendidik di madrasah untuk memahami nilai-nilai yang diterapkan dalam kurikulum.

“Sinergi antara orang tua dan madrasah akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, memelalui kolaborasi ini, orang tua dapat memberikan dukungan yang maksimal, yang sejalan dengan prinsip-prinsip di madrasah,” tambahnya

 

Ke depannya, harapan untuk terbangunnya komunikasi yang efektif dan kolaboratif antara madrasah dan keluarga harus terus dipupuk. Dengan membangun jembatan yang kuat antara kedua pihak, proses pendidikan diharapkan dapat berlangsung dengan lebih baik, sehingga tujuan utama untuk menciptakan generasi yang berakhlak dapat tercapai dengan optimal.

(San)