Bojonegoro – wbbnews.id, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Institut Attanwir (KKN INTAN) kelompok 9 sukses menjalankan proker keduanya yaitu Workshop Pemanfaatan Daun Kelor Sebagai Bahan Olahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bersama PKK Desa Nglajang, kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa setempat. Pada jum’at, (15/08/2025.).
Acara yang di adakan oleh mahasiswa KKN Intan Kelompok 9 ini di ikuti oleh ibu-ibu PKK desa Nglajang yang sangat kompak dan penuh semangat serta antusiasme dalam mengikuti acara.
Antusias Ibu Ibu mulai pukul 08.30 suasana sudah ramai, mereka datang sambil membawa senyum, beberapa bahkan sambil bercanda bahwa mereka penasaran seperti apa rasanya makanan dari daun kelor, yang pada umumnya daun kelor itu mempunyai ciri khas bau yang menyengat (langu).
Acara di buka dengan diawali sambutan dari ketua PKK yaitu ibu Siti Rohmatin beliau menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN Intan kelompok 9 dalam membantu mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan kelor. Selanjutnya dari Mahasiswa KKN kelompok 9 memaparkan materi tentang kandungan gizi daun kelor, manfaatnya, serta cara pengolahannya menjadi menu sehat seperti puding kelor yang cocok untuk cemilan anak-anak dan baik untuk kesehatan serta tumbuh kembang anak.
Tidak hanya materi, peserta Wokhshop juga diajak langsung untuk mempraktikkan pembuatan olahan PMT berbahan dasar daun kelor. Suasana menjadi semakin hangat ketika para ibu PKK saling membantu dan mencicipi hasil olahan. Dan para ibu-ibu sangat mengapresiasi olahan kelor menjadi puding.
“ternyata enak ya mbak, gak nyangka daun kelor bisa enak di buat puding, rasanya juga tidak langu” Ujar Bu Puput sebagai salah satu kader PKK.
Dengan adanya workshop ini, diharapkan dapat menjadi inovasi bagi ibu-ibu PKK desa nglajang bahwa daun kelor tidak hanya dapat digunakan sebagai sayur bening saja, namun juga dapat di olah menjadi makanan yang di sukai anak kecil seperti puding. Mahasiswa KKN Intan kelompok 9 percaya, bahwa langkah kecil seperti ini dapat menjadi bagian dari upaya besar dalam mencegah stunting melalui pemanfaatan sumber daya lokal dalam meningkatkan asupan gizi keluarga dan mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (Wilda/red)

