BOJONEGORO – wbbnews.id, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengikuti Sidang Paripurna mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI serta pidato Ketua MPR RI secara virtual via Zoom, Jumat (15/8/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia ini berlangsung khidmat. Sebelum acara inti dimulai, sidang diawali dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Nazaruddin Umar. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini mencerminkan sinergitas yang kuat dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan di tingkat lokal.
Peringatan HUT ke-81 RI di Bojonegoro diharapkan mampu menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata dan pengabdian.
“Peringatan HUT RI ke-81 ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan semangat kebangsaan di daerah,” ungkap salah seorang peserta sidang.
Dalam Sidang Paripurna MPR RI tersebut, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani menyampaikan sejumlah pesan strategis bagi perjalanan bangsa Indonesia ke depan. Beberapa poin utamanya meliputi:
MPR sebagai “Rumah Besar” Kebangsaan
Muzani menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila dan menghidupkan kembali semangat kepeloporan para pendiri bangsa. Ia mengibaratkan MPR sebagai hulu kenegaraan yang harus tetap bersih agar aliran di hilir tidak tercemar.
Tiga Peran Strategis MPR: Berfungsi sebagai Rumah Kebangsaan, Pengawal Konstitusi, dan Penjaga Kedaulatan Rakyat agar setiap kebijakan senantiasa berpihak kepada masyarakat luas.
Aktualisasi Pasal 33 UUD 1945:
Penekanan bahwa kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan sekadar dinikmati oleh segelintir pihak.
Rekomendasi Strategis Pembangunan:
Mendorong perumusan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sebagai panduan pembangunan jangka panjang, menegakkan etika pejabat publik (TAP MPR No. VI/MPR/2001), serta memperkuat pemberantasan KKN (TAP MPR No. XI/MPR/2001).
Komitmen Internasional:
Menegaskan konsistensi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina sebagai amanah sejarah sejak Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955.
Sidang paripurna yang ditutup dengan tertib ini mempertegas komitmen daerah dan pusat untuk terus menjaga kedaulatan, integritas, serta kesejahteraan bangsa Indonesia di usia yang ke-81 tahun. (San)















